Khutbah Jumat: Syarat dan Rukun yang Harus Dipenuhi

Khutbah Jumat – Khutbah Jumat biasanya disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Seperti misalnya khutbah jumat pada bulan kurban, maka besar kemungkinan tema yang akan diangkat ialah mengenai pelaksanaan ibadah kurban. Hal tersebut bertujuan agar tema lebih nyambung.

Apa Itu Khutbah Jumat?

Apa Itu Khutbah Jumat

Khutbah sholat jumat merupakan kegiatan untuk menyerukan kepada seluruh jamaah sholat jumat agar selalu taqwa dan taat kepada Allah. Dalam sholat jumat, khutbah menjadi salah satu rukun ibadah sholat jumat yang harus dijalankan dan tidak boleh ditinggalkan.

Hal tersebut nantinya akan berpengaruh pada diterima atau tidaknya sholat jumat yang dilakukan. Sholat jumat hukumnya ialah wajib bagi seluruh umat muslim laki-laki sebagai pengganti dari sholat dhuhur.

Selain menjadi salah satu rukun dalam sholat jumat, khutbah juga termasuk dalam keutamaan sholat jumat mengingat hal itu pada umumnya hanya akan ditemui dalam sholat idul fitri ataupul sholat idul adha.

Apa Saja Tema Khutbah Jumat yang Sering Digunakan?

Apa Saja Tema Khutbah Jumat yang Sering Digunakan

Berikut di bawah ini ialah beberapa tema khutbah dalam sholat jumat yang belakangan ini kerap digunakan oleh kebanyakan khatib. Khususnya dalam waktu pandemi beberapa waktu terakhir ini.

Menjaga Kebersihan Hati dan Diri

Menjaga kebersihan hati dan diri menjadi slah satu tema yang cukup populer digunakan dalam khutbah sholat jumat beberapa waktu belakangan ini. Hal ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi mengingat pandemi belum juga berakhir.

Meski terkesan sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini, namun pada dasarnya menjaga kebersihan hati dan diri merupakan anjuran yang telah dijunjung tinggi dalam ajaran Islam.

Menjaga kebersihan merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap diri dan lingkungan sekitar serta wujud syukur atas apa yang telah dititipkan oleh Allah.

Dalam situasi pandemi, tema khutbah tersebut sangat cocok diterapkan mengingat upaya menjaga kebersihan memiliki peranan penting dalam mencegah dan menghindarkan diri dari penularan virus.

Mempersiapkan Kematian

Tema selanjutnya yakni mengenai upaya untuk mempersiapkan kematian dini, hal ini tentunya sudah sering diperbincangkan jauh sebelum pandemi mewabah. Namun, dalam situasi seperti saat ini tema tersebut dinilai lebih pas untuk diterapkan.

Pada dasarnya kematian merupakan suatu hal yang pasti, semua makhluk ciptaan Allah yang hidup pasti akan mati. Hal tersebut tidak bisa diketahui secara pasti, cepat ataupun lambat tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal tersebut.

Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia tidak bisa menolak akan takdir-takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Itu sebabnya, kita dianjurkan untuk mempersiapkan kematian sejak saat ini dengan cara menjalankan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Tema khutbah jumat ini kerap disinggung, terutama dalam situasi pandemi agar manusia senantiasa selalu ingat akan kematian. Dengan begitu, manusia diharapkan bisa lebih giat dalam beribadah, berbuat baik dan menghindari segala larangan Allah.

Selalu Menjaga Lisan dan Tulisan

Tema khutbah selanjutnya yang kerap disinggung ialah seruan agar manusia selalu menjaga lisan dan tulisannya. Hal ini tentunya sangat cocok dengan situasi dan kondisi saat ini dimana teknologi semakin hari semakin berkembang dengan pesat.

Itu sebabnya, menjaga lisan tidak hanya terbatas melalui mulut saja, melainkan juga terhadap apa yang ditulis dalam media sosial mengenai apa yang dipikirkan.

Menjaga lisan dan tulisan tidak hanya menghindari untuk berkata kasar dan sejenisnya, melainkan juga tingkat waspada dan hati-hati agar apa yang diucapkan tidak menyakiti hati orang lain.

Itulah 3 contoh tema yang belakangan ini sering diangkat dalam khutbah sholat jumat. Terlepas dari 3 tema tersebut, tentunya masih terdapat banyak tema-tema lainnya yang tidak kalah menarik untuk diangkat.

Setelah mengetahui mengenai tema-tema yang sekiranya cocok dianggap sebagai materi dalam khutbah, maka tidak kalah pentingnya untuk mengetahui mengenai rukun khutbah sholat jumat atau hal-hal yang harus ada dan dipenuhi dalam pelaksanaan khutbah .

 

Apa Saja Syarat Khutbah Jumat?

Apa Saja Syarat Khutbah Jumat

Sebelum banyak berbicara mengenai rukun, hukum dan tata cara khutbah dalam sholat jumat, alangkah baiknya ketahui terlebih dahulu ketetapan awalnya berupa syarat-syarat yang harus dipenuhi selama khutbah. Adapun beberapa diantaranya yakni:

  • Khatib atau tukang khutbah haruslah seorang laki-laki
  • Ketika melantunkan khutbah, khatib harus suci dan bersih dari hadast dan najis
  • Khatib harus menutup aurat dengan benar layaknya ketika sholat
  • Khatib diharuskan untuk berdiri di mimbar atau tempat yang lebih tinggi jika mampu
  • Khutbah harus dilantunkan setelah adzan ke-2 sholat jumat
  • Materi atau isi khutbah yang dilantunkan, baik itu khutbah pertama atupun kedua harus didengar minimal 40 jemaah
  • Khatib harus duduk sejenak atau tumaninah diantara 2 khutbah yang dilakukan
  • Khutbah pertama dan kedua harus dilakukan secara berurutan atau tidak boleh dibalik dalam pelaksanaanya
  • Khatib harus melantunkan rukun-rukun khutbah dengan bahasa arab

Apa Saja Rukun Khutbah Jumat?

Apa Saja Rukun Khutbah Jumat

Sebagian orang mungkin tidak mengira bahwa khutbah juga memiliki beberapa rukun yang harus dipenuhi dan tidak boleh terlewatkan atau terbalik urutannya.

Rukun khutbah harus dipenuhi agar isi atau tema khutbah yang diangkat bisa tersampaikan dengan sempurna kepada seluruh jemaah yang mendengarkannya. Adapun beberapa rukun dalam khutbah sholat jumat ialah sebagai berikut:

Memuji Allah

Rukun pertama yang harus ada dan dipenuhi dalam khutbah sholat jumat ialah bentuk memuji Allah. Hal ini sangat penting untuk Anda perhatikan sebelum melakukan khutbah, mengingat tanpa adanya unsur memuji Allah, maka khutbah yang dilakukan tidak akan sempurna.

Dalam khutbah sholat jumat, memuji kebesaran Allah dilakukan sebanyak dua kali yakni di khutbah pertama dan khutbah kedua. Adapun kata-kata yang disarankan untuk mengawali pemujian terhadap Allah seperti Alhamdulillah, nahmadu Lillah dan Innalhamda Lillah.

Melantukan Sholawat Rasulullah

Melantunkan bacaan sholawat nabi merupakan rukun khutbah yang harus dipenuhi dan dijalankan oleh khatib. Dalam hal ini, sholawat dilantunkan dalam khutbah kedua sebagai pembukaan.

Menyerukan Wasiat Ketaqwaan

Rukun khutbah selanjutnya ialah menyerukan wasiat ketaqwaan dimana isinya aialh mengajak umat muslim agar senantiasa selalu bertaqwa kepada Allah dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Dalam hal ini, seruan untuk bertaqwa dinilai masih cukup bebas karena belum terdapat ketentuan khusus atau pendapat shahih yang mengikatnya. Meski begitu, khatib tetap dianjurkan untuk menggunakan bahasa arab dalam menjalankan semua rukun khutbah.

Mengenai seruan ketaqwaan ini nantinya bisa dibarengi dengan menggunakan bahasa sesuai dengan daerahnya masing-masing yang biasa digunakan untuk khutbah. Hal ini bertujuan agar jamaah lebih mudah untuk memahami dan menangkap informasi yang disampaikan.

Membaca Ayat Suci Al-Quran

Membaca atau menyelipkan ayat Al-Quran dalam khutbah merupakan suatu keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. Dalam hal ini, khatib boleh membaca ataupun mengucapkan secara spontan jika dirasa telah hafal dan menguasai.

Rukun khutbah jumat ini harus dipenuhi dengan tujuan agar materi khutbah bisa tersampaikan secara sempurna kepada seluruh jamaah. Selain itu, adanya ayat Al-Quran dalam khutbah juga akan menambah tingkat kredibilitas materi yang diangkat.

Dalam hal ini, ayat yang harus disebutkan tidak ditentukan jumlahnya sehingga khatib bisa menyesuaikan dengan materi yang diangkat dalam khutbah.

Dengan begitu, jemaah yang mendengarkan khutbah tidak akan ragu lagi mengenai informasi yang ada karena di dalamnya telah terdapat landasan yang jelas berupa ayat-ayat kitab suci.

Membaca ayat Al-Quran ini bisa dilakukan pada khutbah pertama atupun kedua. Namun, sebagian ulama menyarankan bahwa hal ini akan lebih utama jika dilangsungkan dalam khutbah pertama agar jamaah bisa lebih fokus untuk berdoa pada khutbah kedua.

Berdoa

Rukun khutbah sholat jumat yang terakhir ialah memanjatkan doa di akhir khutbah. Sama halnya dengan doa yang biasanya diucapkan, dimana tujuannya tidak lain meminta perlindungan dan keselamatan untuk seluruh kaum muslimin baik itu di dunia ataupun akhirat.

Adapun salah satu contoh awalan doa yang kerap digunakan ilah Allahuma ajirna minnannar.

Dari ke-5 rukun khutbah sholat jumat yang telah disebutkan di atas, tidak boleh ada yang terlewat atau sengaja dihilangkan agar khutbah bisa cepat selesai. Beberapa hal tersebut hukumnya wajib dan harus ada di dalam khutbah, jika tidak maka khutbah yang dilakukan tidak sah.

Bagaimana Hukum Pelaksanaan Khutbah Jumat?

Bagaimana Hukum Pelaksanaan Khutbah Jumat

Setelah berbicara mengenai rukun khutbah atau kewajiban yang harus ada di dalamnya, maka tidak kalah pentingnya bagi Anda untuk mengetahui mengenai hukum pelaksanaan khutbah dalam sholat jumat.

Sebagian ulama menyatakan bahwa kehadiran jamaah sholat jumat ketika khutbah berlangsung hukumnya ialah wajib. Dengan begitu, sebagian orang yang meyakini anggapan ini akan datang sebelum khutbah dimulai.

Selanjutnya, terdapat pula anggapan ulama yang menyatakan bahwa sah atau tidaknya sholat jumat itu tidak berdasarkan pada keikutsertaannya dalam khutbah.

Jika jamaah telah mengikuti sholat jumat 2 rakaat maka ibadah sholat jumat yang dilakukan dianggap cukup atau sah.

Kedua anggapan tersebut sempat diperdebatkan, namun pada akhirnya setiap jamaah meyakini tata cara ibadah sesuai ketentuan dari aliran kepercayaan yang dimilikinya. Banyak orang yang sengaja datang sholat jumat ketika khutbah telah selesai atau belum dilakukan.

Bagaimana Tata Cara Melakukan Khutbah Jumat yang Benar?

Bagaimana Tata Cara Melakukan Khutbah Jumat yang Benar

Setelah banyak mengetahui tentang tema khutbah sholat jumat, syarat, rukun dan hukum pelaksanannya, maka Anda harus memahami juga mengenai tata cara melakukannya. Berikut ialah tata cara khutbah dalam sholat jumat sesuai dengan anjuran Rasulullah Saw.

Pertama, khatib dianjurkan harus berdiri di atas mimbar atau tempat yang posisinya lebih tinggi dari jamaah sholat jumat. Setelah itu, khatib disunnahkan untuk mengucapkan salam sebelum memulai khutbah.

Setelah itu, khatib duduk untuk mendengarkan suara adzan dan disunnahkan untuk menirukannya. Ketika Adzan telah selesai dikumandangkan, maka khatib kembali berdiri untuk melangsungkan khutbah dengan menerapkan rukun-rukun khutbah.

Setelah selesai melakukan khutbah pertama, maka khatib disunnahkan untuk duduk sejenak sebelum nantinya kembali melakukan khutbah yang kedua. Dalam hal ini, durasi khutbah yang dianjurkan tidak boleh melebihi waktu sholat jumat.

Selama melantunkan khutbahnya, khatib dianjurkan menggunakan suara yang lantang dan jelas agar seluruh jemaah sholat jumat bisa mendengarnya dengan utuh dan benar. Sesuai dengan rukun khutbah, khatib diharuskan menutup khutbah dengan kalimat ampunan kepada Allah.

Demikianlah informasi terkait khutbah jumat yang bisa Anda pahami. Hal tersebut tentunya akan sangat penting dan bermanfaat, terlebih jika Anda akan menjadi khatib atau pemberi khutbah dalam sholat jumat.

Khutbah Jumat: Syarat dan Rukun yang Harus Dipenuhi

Leave a Reply