9 Sejarah Wali Songo Beserta Biografinya Paling Lengkap

Sejarah Wali Songo – Sudah tahukah tentang sejarah Wali Songo lengkap. Coba sebutkan 9 Wali Songo tersebut. Jika belum tahu, atau hanya sekilas tahu maka simak berikut ini adalah sejarah singkat Wali Songo.

Sejarah Walisongo yang Benar

Sejarah Walisongo yang Benar

Banyak kisah Wali Songo yang beredar, hal ini karena Wali Songo sangat populer sekali, namun sebagian berupa kabar yang sulit dibuktikan kebenarannya. Nah berikut ini adalah sejarah Wali Songo yang benar. Songo artinya adalah 9 dalam bahasa Jawa, memang kiprah Wali Songo yang jumlahnya terdiri dari 9 orang tersebut banyak terjadi di pulau Jawa.

Pusat aktivitasnya ialah di Pantai utara Pulau Jawa, yang meliputi Jawa Timur, dan Jawa Tengah, serta Jawa Barat. Terdapat tiga wilayah utama yang menjadi pusat tempat dan pondok pesantren Wali Songo untuk menyebarkan dakwahnya di Pulau Jawa tersebut, yaitu di wilayah Surabaya dan Gresik serta Lamongan juga Tuban untuk daerah di Jawa Timur, kemudian wilayah Demak, dan Kudus juga area Muria di Jawa Tengah, lalu wilayah Cirebon yang ada di Jawa Barat.

Wali Songo sangat terkenal dan melegenda sebagai penyebar agama Islam di tanah jawa pada abad ke 14. Ajaran agama Islam mereka sebarkan dengan cara yang merakyat, lewat budaya dan seni dan sangat dekat dengan keseharian, sehingga banyak penduduk jawa yang lantas tertarik masuk dan memeluk agama Islam dengan secara sukarela.

Masa Wali Songo juga menjadi tonggak mulai berdirinya berbagai kerajaan Islam di nusantara  menggantikan era kejayaan Hindu Buddha.

Wali Songo dan Asalnya

Berikut ini adalah daftar nama Wali Songo tersebut.

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim

Wali tertua dari Wali Songo adalah Sunan Gresik atau Sunan Thandes yang merupakan keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW, yakni dalam silsilah sebagai keturunan ke

22 dari Rasulullah SAW. Lahirnya ialah di Samarkand, Asia Tengah. Ayah Sunan Gresik ialah seorang ulama besar di Maghribi, namanya  Barakat Zainul Alam. Nama awal Sunan Gresik ialah Maulana Malik Ibrahim ini dan disebut juga sebagai Syakh Maghribi atau juga disebut Makhdum Ibrahim al Samarqandi, sedangkan orang jawa juga menyebutnya sebagai Asmaraqandi.

Sunan Ampel atau Raden Rahmat

Sunan Ampel atau Raden Rahmat

Sunan Ampel memiliki nama asli Raden Rahmat. Sunan Ampel di anggap sebagai wali sesepuh oleh para wali yang lainnya. Pesantrennya berlokasi di Ampel Denta Surabaya. Beliau menikah dengan Dewi Condrowati yang memiliki gelar sebagai Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban yang bernama Arya Teja, selain itu beliau juga menikah dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning.

Pernikahannya dengan Dewi Condrowati menghasilkan keturunan yakni Raden Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang, dan Siti Syari’ah, serta Raden Qasim atau Sunan Derajat, dan Sunan Sedayu, juga Siti Mutma’innah, serta Siti Hafsah. Lalu pada pernikahannya dengan Dewi Karimah menghasilkan keturunan yakni Dewi Murtasiyah yang juga merupakan istri dari Sunan Giri, dan Dewi Murtasimah atau Dewi Asyiqah yang juga merupakan istri dari Raden Fatah, serta Raden Husamuddin atau Sunan Lamongan, dan Raden Zaenal Abidin atau Sunan Demak, serta Pangeran Tumapel juga Raden Faqih atau Sunan Ampel 2.

Pada tahun 1443 Sunan Ampel datang ke pulau Jawa guna menemui bibinya Dwarawati, yang merupakan putri Champa yang menikah dengan raja Majapahit yang namanya Prabu Kertawijaya. Dakwah sunan Ampel terkenal dengan sebutan mo limo. Beliau juga merupakan masjid agung Demak.

Sunan Kalijaga atau Raden Said

Sunan Kalijaga atau Raden Said

Wali Songo Sunan Kalijaga memiliki nama asli Raden Said. Beliau sangat peduli terhadap rakyat kecil. Bahkan hasil bumi upeti rakyat jelata yang dikumpulkan ayahnya dan akan disetorkan kepada pemerintahan pusat, ia bagikan kembali kepada rakyat.

Sunan Kalijaga Wali Songo yang berguru kepada Wali Songo yang lain, yakni Sunan Bonang yang lalu menamainya sebagai Kalijaga. Ia lahir pada tahun 1450 Masehi dari ayah bernama Raden Ahmad Sahuri  yakni  Adipati Tuban VIII dan Dewi Nawangarum, putri Raden Kadang Tangkas atau Abdurrahim Al Maghribi.

Nama lain dari Sunan Kalijaga ialah Lokajaya, dan Syekh Malaya, juga Pangeran Tuban, serta Raden Abdurrahman. Ia menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, yang memiliki kakak Sunan Giri. Dari pernikahan tersebut Sunan Kalijaga memiliki tiga anak, yakni Raden Umar Said atau Sunan Muria dan Dewi Rakayuh serta Dewi Sofiah.

Karya seni terkenal Sunan Kalijaga ialah tembang ilir-ilir dan gundul-gundul pacul, juga beberapa kisah pewayangan berjudul Layang Kalimasada dan Petruk dari ratu, juga konsep bangunan Kraton dengan masjid di samping alun-alun juga sekaten.

Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim

Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim

Sunan Bonang dilahirkan di tahun 1465. Nama aslinya ialah Raden Maulana Makhdum Ibrahim, ayahnya adalah Sunan Ampel. Bonang adalah nama Desa di Kabupaten Rembang. Karya musiknya yang terkenal selain alat musik gamelan bonang juga ialah lagu yang berjudul Tombo Ati.

Sunan Drajat atau Raden Qasim

Sunan Drajat atau Raden Qasim

Sunan Derajat nama kecilnya ialah syarifuddin atau Raden Qasim. Ia lahir 1470 di Surabaya dan adalah putra bungsu dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, beliau juga saudara Sunan Bonang. Sunan Drajat dikenal dengan karya tembang mocopat nya, beliau menyebar luaskan ajaran agama Islam di wilayah Desa Paciran Lamongan dan berhasil mengatasi kemiskinan.

Sunan Giri atau Raden Paku atau ‘Ainul Yaqin

Sunan Giri atau Raden Paku atau 'Ainul Yaqin

Sunan Giri ialah putra dari Maulana Ishaq dengan Dewi Stewarded, seorang putri dari Mena Sembuyu, penguasa wilayah Balambangan di masa akhir kerajaan Majapahit. Sunan Giri adalah yang membangun Giri Kedaton yang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa, yang pengaruhnya bahkan hingga ke Madura, dan Lombok, juga Kalimantan, dan Sulawesi, serta Maluku.

Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yakni Raden Paku, dan Prabu Satmata, juga Sultan Abdul Faqih, dan Raden ‘Ainul Yaqin serta Joko Samudro, karena waktu kecil hanyut di lautan atau samudera, dan dipungut oleh orang tua angkatnya, dan dibawa ke Ampel Denta untuk mempelajari agama Islam kepada Sunan Ampel. Oleh Sunan Ampel maka Sunan Giri dikirimkan kepada Sunan Bonang guna mendalami agama Islam di wilayah Pasai.

Sejarah Wali Songo “Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq”

Sejarah Wali Songo "Sunan Kudus atau Ja'far Shadiq"

Lahir sekitar 1500 an Masehi di Al Quds, Palestina, Kesultanan Utsmaniyah, nama lengkapnya ialah Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan. Putra dari pasangan Sunan Ngudung, ini masih keturunan dari Ali dan Fatimah, putri nab, dari jalur Husain, salah satu cucu Nabi. Sunan Kudus juga merupakan penasehat dan senopati hebat dari kerajaan Demak, dan menjabat sebagai senopati kerajaan Majapahit telah ditaklukannya. Sunan Kudus ahli ekonomi juga dan mengurusi tentang mata uang dinar dan dirham. Ia berguru kepada Sunan Kalijaga.

Sunan Muria atau Raden Umar Said

Sunan Muria atau Raden Umar Said

Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga, namanya berdasarkan tempat tinggalnya yakni di lereng Gunung Muria, sekitar 18 kilometer ke utara kota Kudus. Sunan Muria dalam menyebarkan agama Islam, meniru cara ayahnya, yakni dengan secara halus, lewat budaya dan cara bercocok tanam, serta berdagang dan melaut. Juga dengan memberi makna lain yang lebih Islami terhadap beberapa tradisi Hindu, seperti kenduri, nyewu dan lain sebagainya.

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah

Gunung Jati nama aslinya ialah Syarif Hidayatullah. Pada usia 20 tahun ia didaulat Raja Mesir setelah ayahnya tiada, namun beliau menolak dan memilih untuk menyebarkan ajaran agama Islam ke tanah Jawa bersama dengan sang ibu. Sebelum Sunan Gunung Jati beserta ibundanya Syaifah Muda’imah datang ke Jawa Barat di tahun 1475 Masehi, terlebih dulu singgah di Gujarat serta Pasai, guna memperdalam ilmu agama. Kedatangannya disambut dengan gembira oleh Pangeran Cakrabuana beserta keluarga.

Tokoh tokoh Wali Songo tersebut sangat berperan besar dalam penyebaran agama Islam di nusantara ini. Sehingga sebaiknya pelajari sejarahnya dengan baik, guna dijadikan sebagai teladan dan inspirasi.

9 Sejarah Wali Songo Beserta Biografinya Paling Lengkap

4 pemikiran pada “9 Sejarah Wali Songo Beserta Biografinya Paling Lengkap”

Tinggalkan komentar